Posted in beautiful, poem

Tyraqypholis


Jujur itu tabu.
kata hati dia munafik.
Dalam pikirku dia harus terus sembunyi.
Maaf, ternyata dusta yang kunistakan itu lebih banyak aku yang tanggung.
Dan akhir yang kunanti mungkin hanya risalah mimpi ketika aku terjaga.
Hey,tuan,
Bukankah kini kau mulai tersenyum,menikmati akhir dari permainan yang kau cipta sendiri.
Dimana aku yang jadi avatarnya.
Aku yang hatinya kau ombang ambing.
Dan kau yang bawa pulang pialanya.

Dhie.
14 nov 2013

Author:

From individual become social person. Taking a chance even in a really uncomfortable situation.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s